Muhammad Yasir
Dor... dor... dor! Seorang pelacur berumur 29 tahun tergelepar di lantai
sebuah kafe – kata lain dari lokalisasi di Pal 12 yang tidak perlu engkau
tanyakan kepadaku di mana itu berada – begitu saja. Darah bersimbah di dahi,
dada, dan kakinya tanpa kata-kata terakhir. Sontak, pelacur-pelacur di dalam
kafe itu berhamburan keluar tanpa bicara sekatapun!
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Juli 2021
Dor... Dor... Dor!
Sabtu, 17 Juli 2021
Sepasang Wayang
Arman A.Z.
lampungpost.com
ADAKAH yang lebih membahagiakan bagi lelaki uzur macam kalian selain memberi napas pada nostalgi? Kalian seperti menemukan peti harta karun saat menoleh ke belakang. Ah, memang getir menjalani sisa hidup sebagai sampah yang disisakan masa lalu untuk masa kini.
lampungpost.com
ADAKAH yang lebih membahagiakan bagi lelaki uzur macam kalian selain memberi napas pada nostalgi? Kalian seperti menemukan peti harta karun saat menoleh ke belakang. Ah, memang getir menjalani sisa hidup sebagai sampah yang disisakan masa lalu untuk masa kini.
Rabu, 27 Januari 2021
Bayangan Mbah Yai
Jadid Al Farisy
Ketika sedang asik menikmati kepulan asap kretek dan seduhan secangkir kopi hitam di teras rumah, sebuah mobil sedan berhenti di depan pagar. Tiga orang lelaki bersarung dan berkopyah keluar dari pintu mobil yang cukup mewah itu. Dua orang berjalan ta’dhim di belakang seseorang yang nampak berwibawa.
Ketika sedang asik menikmati kepulan asap kretek dan seduhan secangkir kopi hitam di teras rumah, sebuah mobil sedan berhenti di depan pagar. Tiga orang lelaki bersarung dan berkopyah keluar dari pintu mobil yang cukup mewah itu. Dua orang berjalan ta’dhim di belakang seseorang yang nampak berwibawa.
Selasa, 26 Januari 2021
AMBRADOOZZZ
Sabrank Suparno *
Hari ini aku ingin lelah.
Dan memijit-mijit punggungku. Terasa memang ada gumpalan, benjolan cinta terkurung salju. Di lorong rimbun melesat gelap, giat mengayuh sejarah, meski serpihan bongkah berkelebat. Di pusat sulfur ternyata ribuan cacing hidup makmur. Ouw... di titik beku es saja penguin hidup di kutub kok... Tapi dia… lelaki setengah renta itu keluar kampung, menyeret bangkai sapi. Sang pemuda malah berteriak! Aku selalu membuat dinding fitnah di setiap face book dan internet saya...!’’
Hari ini aku ingin lelah.
Dan memijit-mijit punggungku. Terasa memang ada gumpalan, benjolan cinta terkurung salju. Di lorong rimbun melesat gelap, giat mengayuh sejarah, meski serpihan bongkah berkelebat. Di pusat sulfur ternyata ribuan cacing hidup makmur. Ouw... di titik beku es saja penguin hidup di kutub kok... Tapi dia… lelaki setengah renta itu keluar kampung, menyeret bangkai sapi. Sang pemuda malah berteriak! Aku selalu membuat dinding fitnah di setiap face book dan internet saya...!’’
Rabu, 30 Desember 2020
ODE UNTUK PAK EDO
Atafras *
Ada guru baru di sekolahku. Guru bidang studi Bahasa Inggris. Pak Edo Gunawan Master Pendidikan. Orangnya sebetulnya gagah dan tampan, tapi menurutku sangat menyebalkan. Rambutnya yang selalu awut-awutan menambah lengkapnya kesan yang tidak menyenangkan bagiku. Mungkin juga bagi kebanyakan teman-temanku.
Ada guru baru di sekolahku. Guru bidang studi Bahasa Inggris. Pak Edo Gunawan Master Pendidikan. Orangnya sebetulnya gagah dan tampan, tapi menurutku sangat menyebalkan. Rambutnya yang selalu awut-awutan menambah lengkapnya kesan yang tidak menyenangkan bagiku. Mungkin juga bagi kebanyakan teman-temanku.
Senin, 02 November 2020
Minggu, 23 Februari 2020
Gadis Karavan
Rinto Andriono
Setiap manusia, sejatinya adalah seorang pencari. Ketika mereka terlahir di dunia, mereka juga telah terberkati dengan seperangkat alat pencari. Alat pencari itu tertanam dalam kalbu setiap insan. Alat inilah yang membangkitkan kerinduan mendalam terhadap segala sesuatu yang spiritual. Bagai pelita, alat inilah yang menentukan gelap terangnya hidup seseorang. Lantas apakah yang sebenarnya mereka harapkan dari pencarian hidupnya? Mereka sangat menginginkan kenyang rohani. Mereka adalah mahluk rohani yang sejati. Tetapi mereka selalu dirundung distraksi dalam setiap upaya pencariannya.
Minggu, 27 Januari 2019
Ki Darsono
Agus Buchori *
Bukit
itu bagi warga desa kami adalah tempat terangker di desa kami. Di sekelilingnya
dipenuhi pohon kajaran dan pohon mimba. Dan di tengah-tengah kerimbunan itulah
terdapat satu buah kuburan yang sangat panjang. Kuburan itu tidak bernama hanya
mempunyai sebuah penanda atau nisan.
Selasa, 05 Desember 2017
Pendingin Ruangan dan Perang Dunia Ketiga
Yusri Fajar *
Media Indonesia, 9 Okt 2016
LELAKI itu masuk ke bus nomor 18 yang berhenti di Halte Jefferson Boulevard, tak jauh dari supermarket Kroger dan toko elektronik Best Buy di pinggiran Louisville. Ia mengangkat kardus lumayan besar, berwarna putih dan hijau muda. Suara bus menderu-deru, tapi aku bisa mendengar suara napasnya yang terengah-engah. Bulir-bulir keringat meluncur dari dahi dan sela-sela rambut pirangnya yang panjang sebahu.
Media Indonesia, 9 Okt 2016
LELAKI itu masuk ke bus nomor 18 yang berhenti di Halte Jefferson Boulevard, tak jauh dari supermarket Kroger dan toko elektronik Best Buy di pinggiran Louisville. Ia mengangkat kardus lumayan besar, berwarna putih dan hijau muda. Suara bus menderu-deru, tapi aku bisa mendengar suara napasnya yang terengah-engah. Bulir-bulir keringat meluncur dari dahi dan sela-sela rambut pirangnya yang panjang sebahu.
Jumat, 26 Juli 2013
Demi Princess Naila, Putri Hasna dan Raden Ranu Wijaya
Desiana Medya A.L *
http://sastra-indonesia.com
Langit malam minggu dihiasi mendung. Jam dinding menunjukkan pukul delapan lebih seperempat. Anak-anak sudah terlelap, setelah seharian bermain, nonton TV, saling bergurau, dan bertengkar! Ya, bertengkar. Tiada hari tanpa adu mulut, berebutan, tangisan, teriakan. Saat malam tiba, setelah anak-anak tertidur pulas, baru saya bisa istirah.
http://sastra-indonesia.com
Langit malam minggu dihiasi mendung. Jam dinding menunjukkan pukul delapan lebih seperempat. Anak-anak sudah terlelap, setelah seharian bermain, nonton TV, saling bergurau, dan bertengkar! Ya, bertengkar. Tiada hari tanpa adu mulut, berebutan, tangisan, teriakan. Saat malam tiba, setelah anak-anak tertidur pulas, baru saya bisa istirah.
Selasa, 18 Juni 2013
Berguru pada Anak-anak
Siti Khoeriyah *
http://sastra-indonesia.com
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa. Itulah doa yang senantiasa terlantunkan, dengan harapan anak-anak jadi sholih-sholihah. Tiada orang tua yang ingin anaknya tidak baik, tentu semua berharap anaknya hebat, bisa membanggakan orang tua dan keluarganya. Namun dalam perjalanannya, orang tua tak selalu bisa bersikap baik dalam mengolah sang buah hati hingga menjadikan luar biasa. Sering kita sebagai orang tua lepas kendali dalam menyikapi ‘kenakalan’ anak. Semestinya, ‘kenakalannya’ patut disyukuri, seperti yang ditulis ustadz Miftahul Jinnan dalam bukunya: Alhamdulillah Anakku Nakal.
http://sastra-indonesia.com
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa. Itulah doa yang senantiasa terlantunkan, dengan harapan anak-anak jadi sholih-sholihah. Tiada orang tua yang ingin anaknya tidak baik, tentu semua berharap anaknya hebat, bisa membanggakan orang tua dan keluarganya. Namun dalam perjalanannya, orang tua tak selalu bisa bersikap baik dalam mengolah sang buah hati hingga menjadikan luar biasa. Sering kita sebagai orang tua lepas kendali dalam menyikapi ‘kenakalan’ anak. Semestinya, ‘kenakalannya’ patut disyukuri, seperti yang ditulis ustadz Miftahul Jinnan dalam bukunya: Alhamdulillah Anakku Nakal.
Kamis, 19 Juli 2012
LIMA ROMADHON DARMINTO
Muhammad Zuriat Fadil
http://sastra-indonesia.com/
Darminto seorang preman kampung kami, tak usah macam-macam menyebutnya, tak usah mempercantik kata, begitu saja karena memang tidak puitis. Sehari-harinya ya mabok, judi, berkelahi, main pelacur, dan lain sebagainya yang mengukuhkan posisinya sebagai preman nomer satu di kampung kami.
http://sastra-indonesia.com/
Darminto seorang preman kampung kami, tak usah macam-macam menyebutnya, tak usah mempercantik kata, begitu saja karena memang tidak puitis. Sehari-harinya ya mabok, judi, berkelahi, main pelacur, dan lain sebagainya yang mengukuhkan posisinya sebagai preman nomer satu di kampung kami.
Minggu, 22 April 2012
Perempuan-Perempuan Kereta
Ahmad Zaini *
http://sastra-indonesia.com/
Sewaktu pagi belum sempurna memasuki hari, tangan-tangan kekar para perempuan kereta menjinjing keranjang yang penuh dengan telur asin. Mereka berjalan menembus pagi buta yang dipenuhi kabut penghalang mata. Langkah mereka laksana langkah laki-laki yang kokoh menyangga beban yang berat. Ya, itulah pekerjaan sehari-hari dari perempuan-perempuan kereta yang mencari nafkah ke kota demi menyambung hidup di dunia.
http://sastra-indonesia.com/
Sewaktu pagi belum sempurna memasuki hari, tangan-tangan kekar para perempuan kereta menjinjing keranjang yang penuh dengan telur asin. Mereka berjalan menembus pagi buta yang dipenuhi kabut penghalang mata. Langkah mereka laksana langkah laki-laki yang kokoh menyangga beban yang berat. Ya, itulah pekerjaan sehari-hari dari perempuan-perempuan kereta yang mencari nafkah ke kota demi menyambung hidup di dunia.
Jumat, 23 Maret 2012
Lelaki Penghias Kubur
Aguk Irawan MN*
Minggu Pagi, Juli 2011
TAK bisa dipungkiri, bagi banyak orang sejauh mata memandang, harta dan kehormatan itulah kebahagiaan. Orang mengejar mati-matian agar menjadi pejabat, tidak lebih tujuannya adalah demi itu. Menjadi pejabat, atau orang terhormat tanpa materi adalah semacam aib besar. Tetapi tidak pada seorang lelaki tua. Di keheningan pagi yang buta, ia seperti berkelakuan aneh, padahal orang seantero negeri ini tahu, kalau ia adalah lelaki terhormat dan kaya. Ia terliihat sedang membongkokan tubuhnya, membersihkan sebuah kuburan di halaman rumahnya, dan kuburan itu masih tanpa nisan, tanpa nama, tapi selalu saja terlihat seperti ada bekas siraman bunga mawar. Dan bau harumnya semerbak sampai ke jalan-jalan.
Minggu Pagi, Juli 2011
TAK bisa dipungkiri, bagi banyak orang sejauh mata memandang, harta dan kehormatan itulah kebahagiaan. Orang mengejar mati-matian agar menjadi pejabat, tidak lebih tujuannya adalah demi itu. Menjadi pejabat, atau orang terhormat tanpa materi adalah semacam aib besar. Tetapi tidak pada seorang lelaki tua. Di keheningan pagi yang buta, ia seperti berkelakuan aneh, padahal orang seantero negeri ini tahu, kalau ia adalah lelaki terhormat dan kaya. Ia terliihat sedang membongkokan tubuhnya, membersihkan sebuah kuburan di halaman rumahnya, dan kuburan itu masih tanpa nisan, tanpa nama, tapi selalu saja terlihat seperti ada bekas siraman bunga mawar. Dan bau harumnya semerbak sampai ke jalan-jalan.
FRAGMEN BAWAH JEMBATAN
Bambang Kempling
http://sastra-indonesia.com/
Adalah setangkai bunga rumput berkelopak ungu dalam genggam perempuan di tengah siang. Sudah tidak begitu segar dan hampir layu, seperti kisah bunga-bunga terlalu tua untuk jadi mahkota. Mengapa? Apakah hari ini telah kehilangan fantasinya juga bagi wajah yang tersembunyi dari langit terbuka di balik payung pelangi?
http://sastra-indonesia.com/
Adalah setangkai bunga rumput berkelopak ungu dalam genggam perempuan di tengah siang. Sudah tidak begitu segar dan hampir layu, seperti kisah bunga-bunga terlalu tua untuk jadi mahkota. Mengapa? Apakah hari ini telah kehilangan fantasinya juga bagi wajah yang tersembunyi dari langit terbuka di balik payung pelangi?
Cak Selamet
Ahmad Zaini*
__Radar Bojonegoro, 18 Des 2011
Peluh bercucuran dari wajah keriput menjelang tua. Kedua kakinya tiada henti mengayuh pedal becak yang menjadi temannya setiap hari dalam mengais rezeki. Caping lebar yang terbuat dari anyaman bambu masih melekat di kepalanya. Kemudian dia berhenti pada sebuah warung yang berdiri di pinggir jalan. Capingnya dilepas lantas ia kipas-kipas agar keringat yang meleleh di keningnya kering. Kedua kaki ia lemaskan sembari menyandarkan punggungnya di dinding warung. Perlahan kaki kanannya diangkat di atas kursi panjang membujur di dalam warung. Ia lantas menghela napas panjang melepas lelahnya.
__Radar Bojonegoro, 18 Des 2011
Peluh bercucuran dari wajah keriput menjelang tua. Kedua kakinya tiada henti mengayuh pedal becak yang menjadi temannya setiap hari dalam mengais rezeki. Caping lebar yang terbuat dari anyaman bambu masih melekat di kepalanya. Kemudian dia berhenti pada sebuah warung yang berdiri di pinggir jalan. Capingnya dilepas lantas ia kipas-kipas agar keringat yang meleleh di keningnya kering. Kedua kaki ia lemaskan sembari menyandarkan punggungnya di dinding warung. Perlahan kaki kanannya diangkat di atas kursi panjang membujur di dalam warung. Ia lantas menghela napas panjang melepas lelahnya.
Minggu, 26 Februari 2012
Perempuan di Jendela
Jusuf AN
http://www.hariansumutpos.com/
Kita pernah menyimpan mimpi, atau lebih tepatnya angan-angan kosong tentang rumah itu. Rumah yang sekarang kau huni itu. Dulu, ketika kau masih sering bertandang ke kamar kos yang terletak di lantai dua yang sampai sekarang masih aku tempati ini, kerap kau membuka jendela, lalu menatap rumah itu lama-lama. Kau mengetahui kalau rumah bergenting biru itu tak ada penghuninya, menunggu ada yang mau menyewa. Dan kau mengungkapkan keinginanmu: ingin menikah denganku lalu tinggal di rumah itu. Rumah mungil sederhana yang dikelilingi sawah, “Berdua tinggal di sana, pastilah nyaman dan indah,” katamu.
http://www.hariansumutpos.com/
Kita pernah menyimpan mimpi, atau lebih tepatnya angan-angan kosong tentang rumah itu. Rumah yang sekarang kau huni itu. Dulu, ketika kau masih sering bertandang ke kamar kos yang terletak di lantai dua yang sampai sekarang masih aku tempati ini, kerap kau membuka jendela, lalu menatap rumah itu lama-lama. Kau mengetahui kalau rumah bergenting biru itu tak ada penghuninya, menunggu ada yang mau menyewa. Dan kau mengungkapkan keinginanmu: ingin menikah denganku lalu tinggal di rumah itu. Rumah mungil sederhana yang dikelilingi sawah, “Berdua tinggal di sana, pastilah nyaman dan indah,” katamu.
Sabtu, 24 Desember 2011
Senandung Salawat di Tengah Banjir
Ahmad Zaini*
http://sastra-indonesia.com/
Cahaya matahari di senja itu mulai berubah menjadi merah jingga. Kian lama kian redup. Lantas tak tampak lagi cahaya bundar memerah di ujung cemara di sebelah barat rumah. Gumpalan mega yang sejak sore bergantung di atas langit meredup dan dalam sekejap berubah menjadi gelap. Di atas langit kini tampak gemerlap bintang yang sejak tiga hari lalu tak muncul menghias indah malam lantaran cuaca hujan.
http://sastra-indonesia.com/
Cahaya matahari di senja itu mulai berubah menjadi merah jingga. Kian lama kian redup. Lantas tak tampak lagi cahaya bundar memerah di ujung cemara di sebelah barat rumah. Gumpalan mega yang sejak sore bergantung di atas langit meredup dan dalam sekejap berubah menjadi gelap. Di atas langit kini tampak gemerlap bintang yang sejak tiga hari lalu tak muncul menghias indah malam lantaran cuaca hujan.
Jumat, 11 November 2011
Suatu Malam di Ujung Tahun
Ahmad Zaini*
http://sastra-indonesia.com/
Sepi dalam keramaian. Mungkin itulah gambaran batinku saat ini. Di tengah muda-mudi sedang mempersiapkan pesta dalam menyambut pergantian tahun baru, aku menyendiri di sebuah taman bunga di halaman rumah. Taman yang asri dengan semerbak bau wangi bunga yang sedang mekar. Kelopaknya yang elok dengan dikelilingi binatang penghisap madu, kudekati dan kuciumi tanpa mempedulikan ancaman binatang-binatang itu menyengat hidungku. Oh, betapa harum dan indahnya bunga ini.
http://sastra-indonesia.com/
Sepi dalam keramaian. Mungkin itulah gambaran batinku saat ini. Di tengah muda-mudi sedang mempersiapkan pesta dalam menyambut pergantian tahun baru, aku menyendiri di sebuah taman bunga di halaman rumah. Taman yang asri dengan semerbak bau wangi bunga yang sedang mekar. Kelopaknya yang elok dengan dikelilingi binatang penghisap madu, kudekati dan kuciumi tanpa mempedulikan ancaman binatang-binatang itu menyengat hidungku. Oh, betapa harum dan indahnya bunga ini.
Belati
Noval Jubbek
http://sastra-indonesia.com/
“kalau kau hendak bertandang, bawalah belati yang kau janjikan pada hari kamis atau ahir pekan”
mungkin, tak ada yang pernah tahu seperti apa pemburuan yang terjadi dalam lingkaran dingin seperti ini. termasuk aku yang selalu saja membiarkan rasa pasrah itu berlari lebih dulu, mendahului apa saja. tangan yang tak sampai satu meter, kaki yang mulai kaku dan mata yang memandang tak lebih dari ujung marka.
http://sastra-indonesia.com/
“kalau kau hendak bertandang, bawalah belati yang kau janjikan pada hari kamis atau ahir pekan”
mungkin, tak ada yang pernah tahu seperti apa pemburuan yang terjadi dalam lingkaran dingin seperti ini. termasuk aku yang selalu saja membiarkan rasa pasrah itu berlari lebih dulu, mendahului apa saja. tangan yang tak sampai satu meter, kaki yang mulai kaku dan mata yang memandang tak lebih dari ujung marka.
Langganan:
Postingan (Atom)
A Rodhi Murtadho
A. Anzib
A. Azis Masyhuri
A. Mustofa Bisri
A. Qorib Hidayatullah
A. Riyadi Amar
A. Yusrianto Elga
A.H. J Khuzaini
A.J. Susmana
A.S Laksana
Abd. Basid
Abdul Azis Sukarno
Abdul Hadi W.M.
Abdul Kirno Tanda
Abdul Wachid B.S
Abdurrahman Wachid
Abdurrahman Wahid
Abimardha Kurniawan
Abu Salman
Acep Iwan Saidi
Acep Zamzam Noor
Achmad Sunjayadi
Adek Alwi
Adi Faridh
Adian Husaini
Adreas Anggit W.
Adrizas
Afrizal Malna
Agama Para Bajingan
Agni Rahadyanti
Aguk Irawan M.N.
Agus Aris Munandar
Agus B. Harianto
Agus Bing
Agus Buchori
Agus R. Sarjono
Agus Sulton
Agus Sunyoto
AH J Khuzaini
Ahda Imran
Ahid Hidayat
Ahmad Fanani Mosah
Ahmad Fatoni
Ahmad Hartanto
Ahmad Kekal Hamdani
Ahmad Muhli Junaidi
Ahmad Naufel
Ahmad Suhendra
Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Zaini
Ahmadun Yosi Herfanda
Ahsanu Nadia
Aini Aviena Violeta
Airlangga Pribadi
Ajip Rosidi
Akbar Ananda Speedgo
Akhmad Sekhu
Akhmad Sofyan Hadi
Akhmad Taufiq
Akhudiat
Akmal Nasery Basral
Alam Terkembang
Alang Khoiruddin
Aldila Avrikartika
Alfred Tuname
Ali Audah
Ali Soekardi
Amien Wangsitalaja
Andhi Setyo Wibowo
Andi Andrianto
Andong Buku #3
Andry Deblenk
Angela
Anggota FSL
Anggraini Lubis
Anindita S Thayf
Anis Ceha
Anjrah Lelono Broto
Anton Bae
Anton Kurnia
Anton Kurniawan
Anton Septian
Anwar Nuris
Any Rufaidah
APSAS (Apresiasi Sastra)
Arafat Nur
Ari Saputra
Ariany Isnamurti
Arie Yani
Arief Junianto
Arifin Hakim
Arim Kamandaka
Arina Habaidillah
Armada Riyanto CM
Arman A.Z.
Arswendo Atmowiloto
Arti Bumi Intaran
Arwan
Arysio Santos
AS Sumbawi
Asarpin
Asep Sambodja
Atafras
Atmakusumah
Awalludin GD Mualif
Aziz Abdul Gofar
Babad Nuca Nepa
Babe Derwan
Badrut Tamam
Bagus Takwin
Bahrul Ulum A. Malik
Balada
Bale Aksara
Bambang Kempling
Bambang Kuncoro
Bambang Satriya
Bambang Sugiharto
Bandung Mawardi
Banyuwangi
Bengawan Solo di Karanggeneng
Beni Setia
Benny Benke
Bentara Budaya Yogyakarta
Berita
Berita Duka
Berita Koran
Berthold Damshauser
Binhad Nurrohmat
Biografi
Blambangan kuno
Bonari Nabonenar
Brunel University London
Budaya
Budi Darma
Budi P Hatees
Budiawan Dwi Santoso
Bujang Tan Domang
Bung Tomo
Capres dan Cawapres 2019
Catatan
Cerbung
Cerkak
Cerpen
Chairil Anwar
Chamim Kohari
Chavchay Syaifullah
CNN Indonesia
D. Dudu AR
D. Zawawi Imron
Dahlan Kong
Damanhuri
Damhuri Muhammad
Dami N. Toda
Damiri Mahmud
Daniel Paranamesa
Danilo Kis
Danuji Ahmad
Darju Prasetya
Darmanto Jatman
David ZA
Dea Anugrah
Dedi Pramono
Deni Jazuli
Denny Mizhar
Desiana Medya A.L
Dewan Kesenian Lamongan (DKL)
Dian
Diana A.V. Sasa
Didin Tulus
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Diskusi buku
Djibril Muhammad
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Djulianto Susantio
Dody Yan Masfa
Dom Dinis
Donny Syofyan
Dorothea Rosa Herliany
Dwi Arjanto
Dwi Cipta
Dwi Fitria
Dwi Kartika Rahayu
Dwi Pranoto
Dwi S. Wibowo
Dwidjo U. Maksum
Edeng Syamsul Ma’arif
Edi Purwanto
Edith Koesoemawiria
EH Ismail
Eidi Krina Jason Sembiring
Eka Budianta
Eka Fendri Putra
Eka Kurniawan
Eko Endarmoko
Eko Nuryono
Elin Yunita Kristanti
Ellyn Novellin
Elnisya Mahendra
Em Syuhada’
Emha Ainun Nadjib
Eny Rose
Eriyanti
Esai
Evan Ys
Evieta Fadjar
F Rahardi
Fahrudin Nasrulloh
Faisal Kamandobat
Fakhrudin Aris
Fanani Rahman
Fariz al-Nizar
Faruk
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Fauzan Al-Anzhari
Fazabinal Alim
Felix K Nesi
Ferdiansyah Thajib
Festival Sastra Gresik
Festival Teater Religi
Forum Santri Nasional
Forum Sastra Lamongan
Furqon Lapoa
Galuh Tulus Utama
Ganug Nugroho Adi
Gde Artawan
Gede Mugi Raharja
Gerakan Surah Buku (GSB)
Gerson Poyk
Gito Waluyo
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Grathia Pitaloka
Gugun El-Guyanie
Gunoto Saparie
Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin
Gus Dur
H.B. Jassin
Haaretz
Hadi Napster
Halim HD
Hamberan Syahbana
Hamdy Salad
Hamzah Fansuri
Haris del Hakim
Haris Saputra
Harri Ash Shiddiqie
Harry Susilo
Hartono Harimurti
Hasan Junus
Hasnan Bachtiar
Hawe Setiawan
Henri Nurcahyo
Hepi Andi Bastoni
Heri CS
Heri Latief
Heri Listianto
Heri Santoso
Hermien Y. Kleden
Hernadi Tanzil
Herry Lamongan
Heru CN
Heru Joni Putra
Hikmat Gumelar
Hilmi Abedillah
Hudan Hidayat
I Made Prabaswara
I Nyoman Darma Putra
I Nyoman Suaka
Ibnu Rusydi
Ibnu Wahyudi
IGK Tribana
Ignas Kleden
Ignatius Yunanto
Imam Muhayat
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Indra J. Piliang
Indra Tjahjadi
Indra Tranggono
IPNU Kabupaten Lamongan 1955
Isbedy Stiawan Z.S.
Iskandar Noe
Iwan Kurniawan
Iwank
Jadid Al Farisy
Jafar Fakhrurozi
Jalan Raya Simo Sungelebak
Jamal D Rahman
Jamaluddin Mohammad
Jamrin Abubakar
Jauhari Zailani
Javed Paul Syatha
Jean Couteau
Jiero Cafe
Jihan Fauziah
JJ. Kusni
Jo Batara Surya
Joao Ruiz De Castelo Branco
Johan Khoirul Zaman
John Halmahera
John Sinartha Wolo
Joko Budhiarto
Joko Pinurbo
Joko Sandur
Joko Widodo
Jual Buku
Jual Buku Paket Hemat
Jurnalisme Sastrawi
Jusuf AN
K.H. Anwar Manshur
K.H. Ma'ruf Amin
Karanggeneng
Kasnadi
Katrin Bandel
Kemah Budaya Panturan (KBP)
Khoshshol Fairuz
Ki Ompong Sudarsono
Kingkin Puput Kinanti
Kirana Kejora
Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan
Komunitas Deo Gratias
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias
Komunitas Perupa Lamongan
Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII)
KOSTELA
Kritik Sastra
Kukuh S Wibowo
Kukuh Yudha Karnanta
Kurnia EF
L. Ridwan Muljosudarmo
Laksmi Sitoresmi
Lamongan
Lamongan 1916
Larung Sastra
Lathifa Akmaliyah
Leila S. Chudori
Leo Tolstoy
Lina Kelana
Linda Christanty
Liza Wahyuninto
Loe Lan Ing
Lukisan Rengga AP
Lukman Santoso Az
Lutfi Rakhmawati
Lynglieastrid Isabellita
Lysander Kemp
M Anta Kusuma
M. Aan Mansyur
M. Harir Muzakki
M. Latief
M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.
M. Lukluk Atsmara Anjaina
M. Lutfi
M. Raudah Jambak
M. Yoesoef
M.D. Atmaja
Mahamuda
Mahendra Cipta
Mahmud Jauhari Ali
Majelis Sastra Asia Tenggara
Makalah Tinjauan Ilmiah
Mala M.S
Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo
Maman S. Mahayana
Manneke Budiman
Mardi Luhung
Margita Widiyatmaka
Marhalim Zaini
Mario F. Lawi
Marsi Ragaleka
Martin Aleida
Martin Lings
Masdharmadji
Mashuri
Mathori A Elwa
Matroni Muserang
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
MG. Sungatno
Mh Zaelani Tammaka
Misbahus Surur
Mochtar Lubis
Mohammad Eri Irawan
Muafiqul Khalid MD
Mudjia Rahardjo
Muh Syaifullah
Muhajir Arifin
Muhamad Rifai
Muhammad Al-Fayyadl
Muhammad Alimudin
Muhammad Aris
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Rain
Muhammad Taufiqurrohman
Muhammad Wava Al-Hasani
Muhammad Yamin
Muhammad Yasir
Muhammad Zuriat Fadil
Muhammadun A.S
Mujtahid
Mujtahidin Billah
Mulyadi SA
Mulyosari Banyuurip Ujungpangkah Gresik
Musfi Efrizal
Muslim Kasim
Musyafak
Nadhi Kiara Zifen
Nafi’ah Al-Ma’rab
Nailunni’am
Naqib Najah
Naskah Teater
Nasrullah Thaleb
Nawa Tunggal
Nevatuhella
Nezar Patria
Nina Mussolini-Hansson
Nirwan Ahmad Arsuka
Nirwan Dewanto
Nitis Sahpeni
Nizar Qabbani
Noor H. Dee
Noval Jubbek
Novel
Nunung Nurdiah
Nurel Javissyarqi
Nurjanah
Nurul Anam
Nurul Hadi Koclok
Nurul Komariyah
Nuryana Asmaudi
Obrolan
Octavio Paz
Olivia Kristina Sinaga
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Pablo Neruda
Pagelaran Musim Tandur
Pawang Surya Kencana
PC. Lesbumi NU Babat
PDS H.B. Jassin
PDS HB Jassin
Pesantren Tebuireng
Petrus Nandi
Philipus Parera
Pipiet Senja
Plato
Pramoedya Ananta Toer
Pratono
Pringadi AS
Priyatna Abdurrasyid
Prof Dr Faisal Ismail MA
Prosa
Puisi
Puji Santosa
Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Fajar Arcana
Putu Wijaya
R Toto Sugiharto
Radhar Panca Dahana
Rahmat Sularso Nh
Raihul Fadjri
Raja Ali Haji
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Ramadhan Batubara
Ranang Aji SP
Ratnaning Asih
Ratno Fadillah
Raudal Tanjung Banua
Raudlotul Immaroh
Redland Movie
Reiny Dwinanda
Rengga AP
Resensi
Reuni Mts Putra-Putri Simo Sungelebak 1991-1992
Rheza Ardiansyah
Riadi Ngasiran
Ribut Wijoto
Ridwan Munawwar Galuh
Riki Dhamparan Putra
Riki Utomi
Rinto Andriono
Riris K. Toha-Sarumpaet
Risang Anom Pujayanto
Riyadhus Shalihin
Riyon Fidwar
Robin Al Kautsar
Rodli TL
Rojiful Mamduh
Romi Zarman
Rosihan Anwar
Roso Titi Sarkoro
Rudy Polycarpus
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Rx King Motor
S Yoga
S. Jai
S.W. Teofani
Sabine Mueller
Sabrank Suparno
Sahaya Santayana
Saifur Rohman
Sainul Hermawan
Sajak
Salamet Wahedi
Samin
Samsudin Adlawi
Sanggar Pasir
Sanggar Rumah Ilalang
Sapardi Djoko Damono
Saparinah Sadli
Sartika Dian Nuraini
Sarworo Sp
Satmoko Budi Santoso
Satriani
Satriwan
Satyagraha Hoerip
Saut Situmorang
Sayyid Fahmi Alathas
Sejarah
SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang
SelaSastra Boenga Ketjil
Seno Gumira Ajidarma
Seno Joko Suyono
Septi Sutrisna
Sergi Sutanto
Setia Naka Andrian
Shinta Maharani
Shiny.ane el’poesya
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sita Planasari A
Siti Khoeriyah
Siti Muyassarotul Hafidzoh
Siti Sa’adah
Sitor Situmorang
Siwi Dwi Saputro
Siwi Tri Puji B
Sjifa Amori
Sofian Dwi
Sofyan RH. Zaid
Solihin
Solo Exhibition Rengga AP
Soni Farid Maulana
Sony Prasetyotomo
Sri Wintala Achmad
Sri Wulan Rujiati Mulyadi
St Sularto
Stefanus P. Elu
Suci Ayu Latifah
Sudartomo Macaryus
Sugiarta Sriwibawa
Sugiarto
Sujatmiko
Sunaryono Basuki Ks
Sungatno
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Suripto SH
Surya Lesmana
Suryadi
Suryanto Sastroatmodjo
Susianna
Sutamat Arybowo
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syamsudin Walad
Syi'ir
Sylvianita Widyawati
Syu'bah Asa
TanahmeraH ArtSpace
Tarmuzie
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teguh Setiawan
Teguh Winarsho AS
Temu Penyair Timur Jawa
Tengsoe Tjahjono
Th Sumartana
Thales
Theo Uheng Koban Uer
Timur Budi Raja
Titik Alva-Alvi Choiriyah
Tjahjono EP
Tjahjono Widarmanto
To Take Delight
Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan
Tomas Transtroemer
Tosa Poetra
Toto Gutomo
TS Pinang
Tu-ngang Iskandar
Udo Z. Karzi
Ulil Abshar-Abdalla
Umar Fauzi Ballah
Umar Kayam
Umbu Landu Paranggi
Universitas Indonesia
Universitas Jember
Usman Arrumy
Uwell's King Shop
Uwell's Setiawan
Viddy AD Daery
Virdika Rizky Utama
W. Haryanto
W.S. Rendra
Wahyu Awaludin
Warih Wisatsana
Waskiti G Sasongko
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wemmy Alfadhli
Wicaksono
Widya Oktaviani
Wina Bojonegoro
Wingko Legendaris dari Babat-Lamongan
Wisnu T Hanggoro
Wowok Hesti Prabowo
Y Alprianti
Y. Wibowo
Yani Arifin Sholikin
Yanto Musthofa
Yasraf Amir Piliang
Yayat R. Cipasang
Yohanes Padmo Adi Nugroho
Yohanes Sehandi
Yok’s Slice Priyo
Yoks Kalachakra
Yona Primadesi
Yoram Kaniuk
Yunit Permadi
Yusi A. Pareanom
Yusri Fajar
Yuval Noah Harari
Yuyun Ifa Naliah
Zaim Rofiqi
Zainal Arifin Thoha
Zaki Zubaidi
Zawawi Se
Zehan Zareez
Zen Rachmat Sugito