Ahmad Fanani Mosah *
MENGGARAP seni di kota wingko
seolah mempunyai kesulitan tersendiri. Setidak-tidaknya itulah yang disambatkan oleh para aktifis seni yang tergabung
dalam kemandirian-kiprahnya orang-orang yang berpotongan nyentrik, semacam
Kostela (Komunitas Sastra Teater Lamongan), DKL (Dewan Kesenian Lamongan)
maupun Teater Roda (milik Unisda Lamongan) dan Bengkel Teater Cicak
(Moropelang).