Dari Era Soekarno ke Soeharto (1)
Gerson Poyk
suarakarya-online.com
Di tahun 1963 aku terdampar di sebuah rumah petak berjendela lebar kawat kandang ayam di Jakarta. Rumah ini terkenal sebagai sebuah sanggar beberapa pelukis, Sanggar Bambu namanya. Ketuanya Sunarto Pr. Di sanggar itu tinggal pelukis Mulyadi, Danarto dan lain-lain. Di ujung bangunan berpetak-petak itu ada petak yang ditinggali seorang ibu yang baik hati yang membuka sebuah warung yang laris. Ibu itu sangat baik hati.
Dengan menyediakan sebuah buku tulis langsing sepanjang dua kali buku tulis biasa dia menyuruh para pelukis dan tamu mereka menulis apa yang dimakan. Beberapa kali menulis di buku itu (berarti berutang beberapa piring) aku memandang mata sang ibu. Celakanya, ibu yang baik hati itu hanya memiliki satu mata sehingga walaupun ia tidak menagih utang, aku merasa ada sinar laser yang datang dari matanya menembus dadaku dan dalam imajinasiku aku terlontar keluar lalu berkata dalam hati, sebaiknya lekas cari kerja untuk membayar utang. Begitulah, dengan menjuual tas kecilku ke tukang loak aku memperoleh seidikit uang untuk ongkos ke harian Sinar Harapan yang terletak di Pintu besar Selatan.
Singkat cerita, gajiku sebagai guru SMP Negeri di Bima, walaupun kecil sudah bisa dianggap berkecukupan kalau datangnya teratur dari Ternate, apalagi kami sekeluarga mendapat rumah dinas dari pemerintah kabupaten. Aku lari dari Ternate ketikat imbul kerusuhan di kota itu sebelum peristiwa Permesta. Gajiku masih harus dikirim dari Ternate tetapi sampai tiga tahun aku menunggu dan menunggu dan untunglah aku bisa mengajar sore dan sekali-=sekali datang honor karangan dari Majalan mimbar Indonesia di Jakarta, majalah Budaya dan Minggu Pagi di Yogyakarta. Dalam keterlambatan gaji dari Ternate, kadang-kadang para petani Bima memberi ubi dan beras. Tiba-tiba anak balitaku menderita kekurangan gizi sehingga kurus kering bagaikan bayi Afrika yang diserang kelaparan. Ketika itu aku berkata, tiga hari lagi bayi afrikaku akan berpulang. Tiba-tiba aku bertemu dengan seorang Pak Usmani, mantri tiga jaman mengatakan bahwa obat dokter perlu diganti dengan minyak ikan. Anakku kekurangan vitamin A dan D. Setelah tiga hari minum balitaku sembuh, tidak mencret-mencret ingus lagi. Sekarang bayi afrikaku yang pernah tinggal tulang mata tenggelam itu menjadi dosen matematika dan ilmu komputer di Universitas Indonesia, sedangkan beberapamuridku di SMP Negeri dan SGA Negeri Bima tempat aku mengajar menjadi pejabat di DKI bahkan ada yang menjadi gubernur. Maaf ini bukan menonjolkan kemiskinan diritetapi mohon pembaca yang budiman merenungkan nasib gerjuta guru di negeri ini yang nasibnya mungkin lebih sengsara dariku.
Gaji sebagai wartawan 30 kali gaji pegawai negeri. Ditambah lagi dengan obat gratis untuk anak isteri dan sepeda motor, maka aku tak perlu kuatir akan kelaparan dan penyakit. Aku tidak lagi jalan kaki-jalan kaki dengan sepatu usang yang ditambal dijahit dan dipaku sehingga pakunya selalu menusuk telapakku ketika pulang balik sekolah.
Aku mendapat pos Hankam. Setiap hari aku meluncur ke Markas Besar Kepolisian diKebayoran, mampi ke Polda, meluncur ke markas Hankam di Merdeka Barat dan ruang Penerangan Angkatan Darat, kemudian keKodam, singgah di Pusat Penerangan Angkatan Laut dan Pusat Penerangan Angkatan Udara diTanah Abang.
Minggu pertama aku harus mengikat perut. Di pagi hari hanya mendapat kopi di meja kantor dengan kopi segelas aku bertahan hidup sampai makan siang di kantor. Tidak ada makan malam karena belum terima gaji. Malamnya aku sering nongkrong di paviliunnya Wiratmo Sukito bersama Gunawan Muhamad dan beruntunglah kalau mereka traktir aku minum kopi atau air jeruk dan ketan panggang. Sudah itu ke kantor majalah si Kuncung yang terletak di ujung jalan Madura, ngobrol bersesak-sesak di kamar sempit penyair Hartoyo Andangjaya bersama teman-teman lain kalau kebetulan mereka ada di sana, antara lain Kirmanto, Salim Said adn Gunawan Muhamad, pelukis Syahwil almarhum lalu meluncur ke tempat Bokor Hutasuhur di Jalan Raden Saleh dan mengeletakkan tubuh di dipan yang terletak di kamar tamu sambil dininabobok oleh mesin tiknya yang tak putus-putusnya menulis sebuah novel. Bokor orang yang disiplin. Sebelum nyenyak aku berkata dalam diri,s ekarang aku menulis di atas roda jurnalistik, demi perut anak isteriku tapi nanti aku harus menulis novel, belajar (membaca), menulis dan menulis. Yang membuat aku penasaran adalah kamar Wiratmo Sukito. Ada beberapa rak yang penuh dengan buku-buku. Tampaknya ia lebih mengutamakanperpustakaan pribadinya itu daripada temapt tidurnya, sebuah dipandengan kasur tanpasprei. Setiap bangun tidur kapuk mengelilingi tubuhnya sehingga ada yang nyeletuk, putri salju bangun.
Buku-buku itu walaupun penuh dengan kepinding, diam-diam merayu aku untuk menjadi kutu buku.
Paviliun dan kantor Si Kuncung berseberangan. Ketua tempat itu merupakan tmepat pertemuan kami, tempat diskusi ngalor-ngidul dan serius, bercanda dan berusil ria. Di masa DS Mulyanto jadi redaktur mejalan Si Kuncung para sastrawan yang sering berkumpul di sana antara lain Ayip Rosidi, Trisniyuwono, Nugroho Notosusanto dan lain-lain. Aku hanya ke sana karena kekagumanku. Ketika aku masih tinggal di Maumere, Flores, sebuah malah angkatan muda yang penuh dengan prosa dan puisi datang dari tempatini. Aku minta ayahku berlangganan majalah itu.Ketikabersekolah di Surabaya, majalan KISAH dan TJERPEN datang adri sini. Aku pernah mengirim cerpenku ke majalah KISAH teatpi majalah itu mati dan cerpenku lalu dimuat di majalah TJERPEN yang dipimpin oleh Nugroho Notosusanto.
Penyair Hartoyo Andangjaya menggantikan DS Mulyanti (Dari Solo). Sangat sunyi di malamhari tetapi ketika aku mendapat sepeda motor dari Sinar Harapan, Hartoyo belajar naik motor di lapangan kecildi samping Si Kuncung. Ketika dia sudah agak bisa aku tinggalkan dia dan aku membuntuti Satyagraha Hoerip yang kegiatannya lain sekali, yaitu jalan bergandengan dengan seorang gadis kulit putih (yang kemudian menjadi isterinya). Ketika aku kembali, Hartoyo berdiri sendiri di lapangan kecil itu. Aku pikir sepeda motorku dirampok tetapi Hartoyo mengatakan dipinja babu Menteng. Waduh, tinggal dipecat dari SInar Harapan kalau motor itu dibawa kabur oleh si babu Menteng. Untung sang babu kembali tanpa mengucap terimakasih.
Suatu malam aku menemui Hartoyo di jalanan. Hartoyo mengatakan listrik mati sehingga kami membeli lilin. Begitu kami masuk Gunawan sedang tidur nyenyak di atas meja pimping. Aku membayangkan ada malaikat cantik yang menyelimuti dia dengan sayap-sayapnya dari gigitan nyamuk lalu aku pun usil mengusir malaikat cantik itu dengan membangunkan Gunawan. Dia terbangun lalu roboh bersama meja pimpongnya. Aku tertawa-tawa. Mungkin ia marah tetapi saat itu ia diam meninggalkan kami. Begitu ia pergi aku menyesal atas keusilanku.
Di masakecil aku memang sangat usil dan nakal. Ketika Yayasan Lontar meminta aku ke kota kecil Rateng di Flores untuk divideokan (atas biaya Ford Foudation), terbayanglah masa kecilku di kota itu. Terbayanglah seorang anak yang selalu berkelahi, meninju anak-anak desa yang tangsi polisi yang lebih dulu menyakitiku. Mereka pulang berdarah-darah. Akan tetapi hukuman yang diberikan oleh guruku Pak Wowor (ayah pematung Michael Wowor) sangatefektif. Ketika aku dipamerkan kepada massa murid SD sebagai seorang pembunuh berdarah dingin, aku berdoa, aku berjani kepada Tuhan untuk tidak lagi menggebuk orang walaupun aku lebih dulu digebuk. ***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
A Rodhi Murtadho
A. Anzib
A. Azis Masyhuri
A. Mustofa Bisri
A. Qorib Hidayatullah
A. Riyadi Amar
A. Yusrianto Elga
A.H. J Khuzaini
A.J. Susmana
A.S Laksana
Abd. Basid
Abdul Azis Sukarno
Abdul Hadi W.M.
Abdul Kirno Tanda
Abdul Wachid B.S
Abdurrahman Wachid
Abdurrahman Wahid
Abimardha Kurniawan
Abu Salman
Acep Iwan Saidi
Acep Zamzam Noor
Achmad Sunjayadi
Adek Alwi
Adi Faridh
Adian Husaini
Adreas Anggit W.
Adrizas
Afrizal Malna
Agama Para Bajingan
Agni Rahadyanti
Aguk Irawan M.N.
Agus Aris Munandar
Agus B. Harianto
Agus Bing
Agus Buchori
Agus R. Sarjono
Agus Sulton
Agus Sunyoto
AH J Khuzaini
Ahda Imran
Ahid Hidayat
Ahmad Fanani Mosah
Ahmad Fatoni
Ahmad Hartanto
Ahmad Kekal Hamdani
Ahmad Muhli Junaidi
Ahmad Naufel
Ahmad Suhendra
Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Zaini
Ahmadun Yosi Herfanda
Ahsanu Nadia
Aini Aviena Violeta
Airlangga Pribadi
Ajip Rosidi
Akbar Ananda Speedgo
Akhmad Sekhu
Akhmad Sofyan Hadi
Akhmad Taufiq
Akhudiat
Akmal Nasery Basral
Alam Terkembang
Alang Khoiruddin
Aldila Avrikartika
Alfred Tuname
Ali Audah
Ali Soekardi
Amien Wangsitalaja
Andhi Setyo Wibowo
Andi Andrianto
Andong Buku #3
Andry Deblenk
Angela
Anggota FSL
Anggraini Lubis
Anindita S Thayf
Anis Ceha
Anjrah Lelono Broto
Anton Bae
Anton Kurnia
Anton Kurniawan
Anton Septian
Anwar Nuris
Any Rufaidah
APSAS (Apresiasi Sastra)
Arafat Nur
Ari Saputra
Ariany Isnamurti
Arie Yani
Arief Junianto
Arifin Hakim
Arim Kamandaka
Arina Habaidillah
Armada Riyanto CM
Arman A.Z.
Arswendo Atmowiloto
Arti Bumi Intaran
Arwan
Arysio Santos
AS Sumbawi
Asarpin
Asep Sambodja
Atafras
Atmakusumah
Awalludin GD Mualif
Aziz Abdul Gofar
Babad Nuca Nepa
Babe Derwan
Badrut Tamam
Bagus Takwin
Bahrul Ulum A. Malik
Balada
Bale Aksara
Bambang Kempling
Bambang Kuncoro
Bambang Satriya
Bambang Sugiharto
Bandung Mawardi
Banyuwangi
Bengawan Solo di Karanggeneng
Beni Setia
Benny Benke
Bentara Budaya Yogyakarta
Berita
Berita Duka
Berita Koran
Berthold Damshauser
Binhad Nurrohmat
Biografi
Blambangan kuno
Bonari Nabonenar
Brunel University London
Budaya
Budi Darma
Budi P Hatees
Budiawan Dwi Santoso
Bujang Tan Domang
Bung Tomo
Capres dan Cawapres 2019
Catatan
Cerbung
Cerkak
Cerpen
Chairil Anwar
Chamim Kohari
Chavchay Syaifullah
CNN Indonesia
D. Dudu AR
D. Zawawi Imron
Dahlan Kong
Damanhuri
Damhuri Muhammad
Dami N. Toda
Damiri Mahmud
Daniel Paranamesa
Danilo Kis
Danuji Ahmad
Darju Prasetya
Darmanto Jatman
David ZA
Dea Anugrah
Dedi Pramono
Deni Jazuli
Denny Mizhar
Desiana Medya A.L
Dewan Kesenian Lamongan (DKL)
Dian
Diana A.V. Sasa
Didin Tulus
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Diskusi buku
Djibril Muhammad
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Djulianto Susantio
Dody Yan Masfa
Dom Dinis
Donny Syofyan
Dorothea Rosa Herliany
Dwi Arjanto
Dwi Cipta
Dwi Fitria
Dwi Kartika Rahayu
Dwi Pranoto
Dwi S. Wibowo
Dwidjo U. Maksum
Edeng Syamsul Ma’arif
Edi Purwanto
Edith Koesoemawiria
EH Ismail
Eidi Krina Jason Sembiring
Eka Budianta
Eka Fendri Putra
Eka Kurniawan
Eko Endarmoko
Eko Nuryono
Elin Yunita Kristanti
Ellyn Novellin
Elnisya Mahendra
Em Syuhada’
Emha Ainun Nadjib
Eny Rose
Eriyanti
Esai
Evan Ys
Evieta Fadjar
F Rahardi
Fahrudin Nasrulloh
Faisal Kamandobat
Fakhrudin Aris
Fanani Rahman
Fariz al-Nizar
Faruk
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Fauzan Al-Anzhari
Fazabinal Alim
Felix K Nesi
Ferdiansyah Thajib
Festival Sastra Gresik
Festival Teater Religi
Forum Santri Nasional
Forum Sastra Lamongan
Furqon Lapoa
Galuh Tulus Utama
Ganug Nugroho Adi
Gde Artawan
Gede Mugi Raharja
Gerakan Surah Buku (GSB)
Gerson Poyk
Gito Waluyo
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Grathia Pitaloka
Gugun El-Guyanie
Gunoto Saparie
Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin
Gus Dur
H.B. Jassin
Haaretz
Hadi Napster
Halim HD
Hamberan Syahbana
Hamdy Salad
Hamzah Fansuri
Haris del Hakim
Haris Saputra
Harri Ash Shiddiqie
Harry Susilo
Hartono Harimurti
Hasan Junus
Hasnan Bachtiar
Hawe Setiawan
Henri Nurcahyo
Hepi Andi Bastoni
Heri CS
Heri Latief
Heri Listianto
Heri Santoso
Hermien Y. Kleden
Hernadi Tanzil
Herry Lamongan
Heru CN
Heru Joni Putra
Hikmat Gumelar
Hilmi Abedillah
Hudan Hidayat
I Made Prabaswara
I Nyoman Darma Putra
I Nyoman Suaka
Ibnu Rusydi
Ibnu Wahyudi
IGK Tribana
Ignas Kleden
Ignatius Yunanto
Imam Muhayat
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Indra J. Piliang
Indra Tjahjadi
Indra Tranggono
IPNU Kabupaten Lamongan 1955
Isbedy Stiawan Z.S.
Iskandar Noe
Iwan Kurniawan
Iwank
Jadid Al Farisy
Jafar Fakhrurozi
Jalan Raya Simo Sungelebak
Jamal D Rahman
Jamaluddin Mohammad
Jamrin Abubakar
Jauhari Zailani
Javed Paul Syatha
Jean Couteau
Jiero Cafe
Jihan Fauziah
JJ. Kusni
Jo Batara Surya
Joao Ruiz De Castelo Branco
Johan Khoirul Zaman
John Halmahera
John Sinartha Wolo
Joko Budhiarto
Joko Pinurbo
Joko Sandur
Joko Widodo
Jual Buku
Jual Buku Paket Hemat
Jurnalisme Sastrawi
Jusuf AN
K.H. Anwar Manshur
K.H. Ma'ruf Amin
Karanggeneng
Kasnadi
Katrin Bandel
Kemah Budaya Panturan (KBP)
Khoshshol Fairuz
Ki Ompong Sudarsono
Kingkin Puput Kinanti
Kirana Kejora
Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan
Komunitas Deo Gratias
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias
Komunitas Perupa Lamongan
Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII)
KOSTELA
Kritik Sastra
Kukuh S Wibowo
Kukuh Yudha Karnanta
Kurnia EF
L. Ridwan Muljosudarmo
Laksmi Sitoresmi
Lamongan
Lamongan 1916
Larung Sastra
Lathifa Akmaliyah
Leila S. Chudori
Leo Tolstoy
Lina Kelana
Linda Christanty
Liza Wahyuninto
Loe Lan Ing
Lukisan Rengga AP
Lukman Santoso Az
Lutfi Rakhmawati
Lynglieastrid Isabellita
Lysander Kemp
M Anta Kusuma
M. Aan Mansyur
M. Harir Muzakki
M. Latief
M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.
M. Lukluk Atsmara Anjaina
M. Lutfi
M. Raudah Jambak
M. Yoesoef
M.D. Atmaja
Mahamuda
Mahendra Cipta
Mahmud Jauhari Ali
Majelis Sastra Asia Tenggara
Makalah Tinjauan Ilmiah
Mala M.S
Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo
Maman S. Mahayana
Manneke Budiman
Mardi Luhung
Margita Widiyatmaka
Marhalim Zaini
Mario F. Lawi
Marsi Ragaleka
Martin Aleida
Martin Lings
Masdharmadji
Mashuri
Mathori A Elwa
Matroni Muserang
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
MG. Sungatno
Mh Zaelani Tammaka
Misbahus Surur
Mochtar Lubis
Mohammad Eri Irawan
Muafiqul Khalid MD
Mudjia Rahardjo
Muh Syaifullah
Muhajir Arifin
Muhamad Rifai
Muhammad Al-Fayyadl
Muhammad Alimudin
Muhammad Aris
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Rain
Muhammad Taufiqurrohman
Muhammad Wava Al-Hasani
Muhammad Yamin
Muhammad Yasir
Muhammad Zuriat Fadil
Muhammadun A.S
Mujtahid
Mujtahidin Billah
Mulyadi SA
Mulyosari Banyuurip Ujungpangkah Gresik
Musfi Efrizal
Muslim Kasim
Musyafak
Nadhi Kiara Zifen
Nafi’ah Al-Ma’rab
Nailunni’am
Naqib Najah
Naskah Teater
Nasrullah Thaleb
Nawa Tunggal
Nevatuhella
Nezar Patria
Nina Mussolini-Hansson
Nirwan Ahmad Arsuka
Nirwan Dewanto
Nitis Sahpeni
Nizar Qabbani
Noor H. Dee
Noval Jubbek
Novel
Nunung Nurdiah
Nurel Javissyarqi
Nurjanah
Nurul Anam
Nurul Hadi Koclok
Nurul Komariyah
Nuryana Asmaudi
Obrolan
Octavio Paz
Olivia Kristina Sinaga
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Pablo Neruda
Pagelaran Musim Tandur
Pawang Surya Kencana
PC. Lesbumi NU Babat
PDS H.B. Jassin
PDS HB Jassin
Pesantren Tebuireng
Petrus Nandi
Philipus Parera
Pipiet Senja
Plato
Pramoedya Ananta Toer
Pratono
Pringadi AS
Priyatna Abdurrasyid
Prof Dr Faisal Ismail MA
Prosa
Puisi
Puji Santosa
Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Fajar Arcana
Putu Wijaya
R Toto Sugiharto
Radhar Panca Dahana
Rahmat Sularso Nh
Raihul Fadjri
Raja Ali Haji
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Ramadhan Batubara
Ranang Aji SP
Ratnaning Asih
Ratno Fadillah
Raudal Tanjung Banua
Raudlotul Immaroh
Redland Movie
Reiny Dwinanda
Rengga AP
Resensi
Reuni Mts Putra-Putri Simo Sungelebak 1991-1992
Rheza Ardiansyah
Riadi Ngasiran
Ribut Wijoto
Ridwan Munawwar Galuh
Riki Dhamparan Putra
Riki Utomi
Rinto Andriono
Riris K. Toha-Sarumpaet
Risang Anom Pujayanto
Riyadhus Shalihin
Riyon Fidwar
Robin Al Kautsar
Rodli TL
Rojiful Mamduh
Romi Zarman
Rosihan Anwar
Roso Titi Sarkoro
Rudy Polycarpus
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Rx King Motor
S Yoga
S. Jai
S.W. Teofani
Sabine Mueller
Sabrank Suparno
Sahaya Santayana
Saifur Rohman
Sainul Hermawan
Sajak
Salamet Wahedi
Samin
Samsudin Adlawi
Sanggar Pasir
Sanggar Rumah Ilalang
Sapardi Djoko Damono
Saparinah Sadli
Sartika Dian Nuraini
Sarworo Sp
Satmoko Budi Santoso
Satriani
Satriwan
Satyagraha Hoerip
Saut Situmorang
Sayyid Fahmi Alathas
Sejarah
SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang
SelaSastra Boenga Ketjil
Seno Gumira Ajidarma
Seno Joko Suyono
Septi Sutrisna
Sergi Sutanto
Setia Naka Andrian
Shinta Maharani
Shiny.ane el’poesya
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sita Planasari A
Siti Khoeriyah
Siti Muyassarotul Hafidzoh
Siti Sa’adah
Sitor Situmorang
Siwi Dwi Saputro
Siwi Tri Puji B
Sjifa Amori
Sofian Dwi
Sofyan RH. Zaid
Solihin
Solo Exhibition Rengga AP
Soni Farid Maulana
Sony Prasetyotomo
Sri Wintala Achmad
Sri Wulan Rujiati Mulyadi
St Sularto
Stefanus P. Elu
Suci Ayu Latifah
Sudartomo Macaryus
Sugiarta Sriwibawa
Sugiarto
Sujatmiko
Sunaryono Basuki Ks
Sungatno
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Suripto SH
Surya Lesmana
Suryadi
Suryanto Sastroatmodjo
Susianna
Sutamat Arybowo
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syamsudin Walad
Syi'ir
Sylvianita Widyawati
Syu'bah Asa
TanahmeraH ArtSpace
Tarmuzie
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teguh Setiawan
Teguh Winarsho AS
Temu Penyair Timur Jawa
Tengsoe Tjahjono
Th Sumartana
Thales
Theo Uheng Koban Uer
Timur Budi Raja
Titik Alva-Alvi Choiriyah
Tjahjono EP
Tjahjono Widarmanto
To Take Delight
Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan
Tomas Transtroemer
Tosa Poetra
Toto Gutomo
TS Pinang
Tu-ngang Iskandar
Udo Z. Karzi
Ulil Abshar-Abdalla
Umar Fauzi Ballah
Umar Kayam
Umbu Landu Paranggi
Universitas Indonesia
Universitas Jember
Usman Arrumy
Uwell's King Shop
Uwell's Setiawan
Viddy AD Daery
Virdika Rizky Utama
W. Haryanto
W.S. Rendra
Wahyu Awaludin
Warih Wisatsana
Waskiti G Sasongko
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wemmy Alfadhli
Wicaksono
Widya Oktaviani
Wina Bojonegoro
Wingko Legendaris dari Babat-Lamongan
Wisnu T Hanggoro
Wowok Hesti Prabowo
Y Alprianti
Y. Wibowo
Yani Arifin Sholikin
Yanto Musthofa
Yasraf Amir Piliang
Yayat R. Cipasang
Yohanes Padmo Adi Nugroho
Yohanes Sehandi
Yok’s Slice Priyo
Yoks Kalachakra
Yona Primadesi
Yoram Kaniuk
Yunit Permadi
Yusi A. Pareanom
Yusri Fajar
Yuval Noah Harari
Yuyun Ifa Naliah
Zaim Rofiqi
Zainal Arifin Thoha
Zaki Zubaidi
Zawawi Se
Zehan Zareez
Zen Rachmat Sugito
Tidak ada komentar:
Posting Komentar