Sabtu, 07 Maret 2020

MEMBACA KANG SOBARY: ESAI DAN NOVEL SEBAGAI SENJATA TEKSTUAL

Djoko Saryono *

Kang Sobary (demikian sapaan akrab Mohamad Sobary) cendekiawan, novelis, dan antropolog yang produktif menghasilan tulisan (baca: buku). Dia acap dibaca sebagai manusia perbatasan atau memang manusia yang sengaja atau tak sengaja bertempat tinggal di perbatasan. Maksudnya, perbatasan kebudayaan dan peradaban yang dibekukan menjadi identitas (kelompok/sosok/atau lainnya).

Dia dipahami sebagai orang yang di luar (baca: tidak berada di) pusat lingkaran suatu konstruksi kebudayaan dan peradaban. Padahal sejatinya Kang Sobary manusia justru poros atau ‘as’ segenap arus identitas kebudayaan dan peradaban. Ini karena posisi dan tempat uniknya tersebut justru membuatnya lentur dan bebas menyerap-menyesap arus identitas kebudayaan dan peradaban dari mana pun selama – menurutnya – sesuai dengan keyakinan, pendirian, dan perjuangannya akan kedaulatan, kemerdekaan, dan martabat manusia.

Dalam bahasa antropologi, dia semacam ‘mangkok atau cawan salad’ (baca: bukan kuali peleburan) tempat segenap identitas kebudayaan dan peradaban bisa bersama dalam satu wahana atau wadah. Wadah itu diri Kang Sobary sebagai mikrokosmos. Dalam bahasa himpunan matematis (khususnya diagram Venn), dia adalah interseksi dari berbagai himpunan identitas kebudayaan dan peradaban, yang menautkan dan memadukan komponen himpunan identitas menjadi ‘himpunan baru’ identitas. Sebab itu, dalam bahasa pertembakauan yang juga menjadi pusat perhatiannya, Kang Sobary menampilkan diri (membuktikan diri?) sebagai juru ramu cita rasa berbagai unsur dan matra kebudayaan dan peradaban menjadi ‘sebuah cita rasa baru’ yang (pinjam istilah Bondan Winarno) ‘maknyus’.

Dalam usaha menghadirkan ramuan baru suatu bentuk kebudayaan dan peradaban itu dia menjebol batas-batas konstruksi dan identitas kebudayaan dan peradaban yang dikanonkan. Di samping itu, sekaligus juga menautkan-menata-memadukan pelbagai konstruksi dan identitas kebudayaan dan peradaban. Di sini dia meruntuhkan segregasi, kompartementalisasi, dan disiplinarisasi teks-teks yang dikanonisasi dengan identitas tertentu, misalnya teks ilmiah, teks sastra, dan teks esai. Serentak dengan itu, kemudian dia juga melakukan integrasi, konvergensi, dan atau transdisiplinarisasi pelbagai genre, jenis, dan atau bentuk teks yang sudah terkanonisasi dalam indentitas tertentu.

Kang Sobary mendemontrasikan gerak sentripetal (menuju pusat) pada saat menyusun teks atau karya-karya tekstualnya, bukan gerak sentrifugal (menjauhi pusat). Pusat yang diyakini oleh Kang Sobary itu bernama perspektif keutuhan-kelengkapan (holisme-komplementer), empati-simpati pada martabat kemanusiaan, pemihakan-pembelaan pada (ke)rakyat(an), dan naratif sebagai substansi (khususnya unsur cerita dan berita) teks-teks kebudayaan dan peradaban.
Tak mengherankan, seperti halnya Kang Sobary sendiri, karya-karya tulis Kang Sobary tidak gampang dikategorikan dalam ‘kotak-kotak identitas dan nama’ yang dikanonkan karena senantisa memantulkan paduan serasi atau padu-padan lembut antara cerita dan berita atau berita dan cerita.

Esai-esainya, bahkan diskursus akademisnya selalu kental dengan warna naratif pada satu sisi. Pada sisi lain novel-novelnya sebagai naratif teramat sarat dengan warna esai. Dengan dibuhul oleh refleksi dan sublimasi sedemikian rupa, naratif dan esai – teks puitik dan teks diskursif atau cerita dan berita – senantiasa berkoeksistensi secara mutualistis dalam karya-karya tulis Kang Sobary. Hal ini hendak saya sebut “teks-teks tumpang sari yang multi-lapisan dan multi-arah, bahkan multi-teks”.

Bacalah himpunan esai Kang Sejo Melihat Tuhan dan Sasmita Tuhan niscaya kita berita dan cerita yang berjalin-kelindan serasi seperti pasangan ‘yin dan yang’; kita bertemu kualitas puitik atau literer di dalam esai Kang Sejo Melihat Tuhan. Bacalah juga disertasinya (yang kemudian diterbitkan Gramedia Pustaka Utama) Perlawanan Politik dan Puitik Petani Tembakau Temanggung kita disuguhi tombak kembar politik dan puitik sebagai senjata para petani tembakau Temanggung melawan rezim kesehatan yang memfonis ‘rokok menyebabkan kematian’. Demikian juga bacalah esai Kebudayaan Rakyat dan Kesalehan dan Tingkah Laku Ekonomi niscaya kita akan menemukan teks esaistik yang kental dengan residu-residu teks puitik atau literer.

Sebaliknya, bacalah juga novel Kidung, Sang Mufasir, dan The President niscayalah kita menjumpai cerita yang berpasangan dengan berita tentang persoalan kompleksitas kebudayaan politik; kita menjumpai esai di dalam naratif novel. Kedua hal tersebut – cerita dan berita, esai dan puitik – tak pernah terpisah dan dipisahkan; di dalam karya Kang Sobary keduanya menjadi sejoli abadi.

Sebab itu, dengan menggunakan terma spiritualitas Jawa (dan saya kira karya-karya Kang Sobary sangat kental dengan serat-serat nilai dan kebajikan budaya Jawa), dapat dikatakan bahwa karya-karya tulis Kang Sobary mencerminkan ‘manunggaling esai dan sastra’ atau ‘manunggaling sastra lan esai’ (menganalogi terma ‘manunggaling kawula lan Gusti’). Teks sastra dan teks esai yang dihasilkan oleh Kang Sobary cerminan ‘loro-loroning atunggil’ atau ‘yin dan yang’ karena esainya selalu sangat sastrawi dan sastranya selalu sangat esaistik.

Lalu di mana posisi dan tempat esai-esai dan novel-novel Kang Sobary dalam ruang genre atau bentuk karya tulis? Karya tulis Kang Sobary tidak mudah disangkarkan dalam kurungan genre atau bentuk karya tulis yang sudah kita pahami bersama sebagai konvensi. Mengapa? Karya-karya tulis Mohamad Sobary ibarat stasiun tekstual tempat keberangkatan dan kedatangan genre atau jenis teks apapun terutama teks sastra dan teks esai. Esai-esainya memanifestasikan kualitas puitik/literer yang kuat pada satu sisi dan pada isi lain novel-novelnya mengejawantahkan kualitas esai yang berenergi.

Baik teks esai maupun teks literer atau puitik hanyalah senjata tekstual bagi Kang Sobary untuk memperjuangkan keyakinan, pendirian, perjuangan, dan pembelaannya terhadap kedaulatan kemanusiaan dan kerakyatan. Karya-karya tulis Kang Sobary baik novel maupun esai senantiasa memberikan solusi secara simbolis, penuh berlambang, dengan mengedapankan kelembutan dan kemengaliran, yang dilambangkan dengan kidung. Bagi Kang Sobary berbagai masalah dapat diselesaikan dengan kidung yang dijadikan lambang kelembutan dan ketenangan.

____________________
*) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd adalah Guru Besar Jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Sastra pada kampus UNM (Universitas Negeri Malang). Telah banyak menghasilkan buku, artikel apresiasi sastra, serta budaya. Dan aktif menjadi pembicara utama di berbagai forum ilmiah kesusatraan tingkat Nasional juga Internasional.
http://sastra-indonesia.com/2020/03/membaca-kang-sobary-esai-dan-novel-sebagai-senjata-tekstual/

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Anzib A. Azis Masyhuri A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Riyadi Amar A. Yusrianto Elga A.H. J Khuzaini A.J. Susmana A.S Laksana Abd. Basid Abdul Azis Sukarno Abdul Hadi W.M. Abdul Kirno Tanda Abdul Wachid B.S Abdurrahman Wachid Abdurrahman Wahid Abimardha Kurniawan Abu Salman Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Sunjayadi Adek Alwi Adi Faridh Adian Husaini Adreas Anggit W. Adrizas Afrizal Malna Agama Para Bajingan Agni Rahadyanti Aguk Irawan M.N. Agus Aris Munandar Agus B. Harianto Agus Bing Agus Buchori Agus R. Sarjono Agus Sulton Agus Sunyoto AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Hartanto Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muhli Junaidi Ahmad Naufel Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Airlangga Pribadi Ajip Rosidi Akbar Ananda Speedgo Akhmad Sekhu Akhmad Sofyan Hadi Akhmad Taufiq Akhudiat Akmal Nasery Basral Alam Terkembang Alang Khoiruddin Aldila Avrikartika Alfred Tuname Ali Audah Ali Soekardi Amien Wangsitalaja Andhi Setyo Wibowo Andi Andrianto Andong Buku #3 Andry Deblenk Angela Anggota FSL Anggraini Lubis Anindita S Thayf Anis Ceha Anjrah Lelono Broto Anton Bae Anton Kurnia Anton Kurniawan Anton Septian Anwar Nuris Any Rufaidah APSAS (Apresiasi Sastra) Arafat Nur Ari Saputra Ariany Isnamurti Arie Yani Arief Junianto Arifin Hakim Arim Kamandaka Arina Habaidillah Armada Riyanto CM Arman A.Z. Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran Arwan Arysio Santos AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atafras Atmakusumah Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar Babad Nuca Nepa Babe Derwan Badrut Tamam Bagus Takwin Bahrul Ulum A. Malik Balada Bale Aksara Bambang Kempling Bambang Kuncoro Bambang Satriya Bambang Sugiharto Bandung Mawardi Banyuwangi Bengawan Solo di Karanggeneng Beni Setia Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Koran Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Biografi Blambangan kuno Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budi Darma Budi P Hatees Budiawan Dwi Santoso Bujang Tan Domang Bung Tomo Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cerbung Cerkak Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Syaifullah CNN Indonesia D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahlan Kong Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Daniel Paranamesa Danilo Kis Danuji Ahmad Darju Prasetya Darmanto Jatman David ZA Dea Anugrah Dedi Pramono Deni Jazuli Denny Mizhar Desiana Medya A.L Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dian Diana A.V. Sasa Didin Tulus Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Diskusi buku Djibril Muhammad Djoko Pitono Djoko Saryono Djulianto Susantio Dody Yan Masfa Dom Dinis Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwidjo U. Maksum Edeng Syamsul Ma’arif Edi Purwanto Edith Koesoemawiria EH Ismail Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Endarmoko Eko Nuryono Elin Yunita Kristanti Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Em Syuhada’ Emha Ainun Nadjib Eny Rose Eriyanti Esai Evan Ys Evieta Fadjar F Rahardi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fakhrudin Aris Fanani Rahman Fariz al-Nizar Faruk Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fauzan Al-Anzhari Fazabinal Alim Felix K Nesi Ferdiansyah Thajib Festival Sastra Gresik Festival Teater Religi Forum Santri Nasional Forum Sastra Lamongan Furqon Lapoa Galuh Tulus Utama Ganug Nugroho Adi Gde Artawan Gede Mugi Raharja Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gito Waluyo Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gunoto Saparie Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Dur H.B. Jassin Haaretz Hadi Napster Halim HD Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamzah Fansuri Haris del Hakim Haris Saputra Harri Ash Shiddiqie Harry Susilo Hartono Harimurti Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hawe Setiawan Henri Nurcahyo Hepi Andi Bastoni Heri CS Heri Latief Heri Listianto Heri Santoso Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru CN Heru Joni Putra Hikmat Gumelar Hilmi Abedillah Hudan Hidayat I Made Prabaswara I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Yunanto Imam Muhayat Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Indra J. Piliang Indra Tjahjadi Indra Tranggono IPNU Kabupaten Lamongan 1955 Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iwan Kurniawan Iwank Jadid Al Farisy Jafar Fakhrurozi Jalan Raya Simo Sungelebak Jamal D Rahman Jamaluddin Mohammad Jamrin Abubakar Jauhari Zailani Javed Paul Syatha Jean Couteau Jiero Cafe Jihan Fauziah JJ. Kusni Jo Batara Surya Joao Ruiz De Castelo Branco Johan Khoirul Zaman John Halmahera John Sinartha Wolo Joko Budhiarto Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Jual Buku Jual Buku Paket Hemat Jurnalisme Sastrawi Jusuf AN K.H. Anwar Manshur K.H. Ma'ruf Amin Karanggeneng Kasnadi Katrin Bandel Kemah Budaya Panturan (KBP) Khoshshol Fairuz Ki Ompong Sudarsono Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII) KOSTELA Kritik Sastra Kukuh S Wibowo Kukuh Yudha Karnanta Kurnia EF L. Ridwan Muljosudarmo Laksmi Sitoresmi Lamongan Lamongan 1916 Larung Sastra Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Leo Tolstoy Lina Kelana Linda Christanty Liza Wahyuninto Loe Lan Ing Lukisan Rengga AP Lukman Santoso Az Lutfi Rakhmawati Lynglieastrid Isabellita Lysander Kemp M Anta Kusuma M. Aan Mansyur M. Harir Muzakki M. Latief M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S. M. Lukluk Atsmara Anjaina M. Lutfi M. Raudah Jambak M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahamuda Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Majelis Sastra Asia Tenggara Makalah Tinjauan Ilmiah Mala M.S Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Margita Widiyatmaka Marhalim Zaini Mario F. Lawi Marsi Ragaleka Martin Aleida Martin Lings Masdharmadji Mashuri Mathori A Elwa Matroni Muserang Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Misbahus Surur Mochtar Lubis Mohammad Eri Irawan Muafiqul Khalid MD Mudjia Rahardjo Muh Syaifullah Muhajir Arifin Muhamad Rifai Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Alimudin Muhammad Aris Muhammad Muhibbuddin Muhammad Rain Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Wava Al-Hasani Muhammad Yamin Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Mujtahid Mujtahidin Billah Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujungpangkah Gresik Musfi Efrizal Muslim Kasim Musyafak Nadhi Kiara Zifen Nafi’ah Al-Ma’rab Nailunni’am Naqib Najah Naskah Teater Nasrullah Thaleb Nawa Tunggal Nevatuhella Nezar Patria Nina Mussolini-Hansson Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nitis Sahpeni Nizar Qabbani Noor H. Dee Noval Jubbek Novel Nunung Nurdiah Nurel Javissyarqi Nurjanah Nurul Anam Nurul Hadi Koclok Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi Obrolan Octavio Paz Olivia Kristina Sinaga Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pagelaran Musim Tandur Pawang Surya Kencana PC. Lesbumi NU Babat PDS H.B. Jassin PDS HB Jassin Pesantren Tebuireng Petrus Nandi Philipus Parera Pipiet Senja Plato Pramoedya Ananta Toer Pratono Pringadi AS Priyatna Abdurrasyid Prof Dr Faisal Ismail MA Prosa Puisi Puji Santosa Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Wijaya R Toto Sugiharto Radhar Panca Dahana Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Ranang Aji SP Ratnaning Asih Ratno Fadillah Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Reiny Dwinanda Rengga AP Resensi Reuni Mts Putra-Putri Simo Sungelebak 1991-1992 Rheza Ardiansyah Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Riyadhus Shalihin Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Rodli TL Rojiful Mamduh Romi Zarman Rosihan Anwar Roso Titi Sarkoro Rudy Polycarpus Rumah Budaya Pantura (RBP) Rx King Motor S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Mueller Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saifur Rohman Sainul Hermawan Sajak Salamet Wahedi Samin Samsudin Adlawi Sanggar Pasir Sanggar Rumah Ilalang Sapardi Djoko Damono Saparinah Sadli Sartika Dian Nuraini Sarworo Sp Satmoko Budi Santoso Satriani Satriwan Satyagraha Hoerip Saut Situmorang Sayyid Fahmi Alathas Sejarah SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang SelaSastra Boenga Ketjil Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Setia Naka Andrian Shinta Maharani Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Khoeriyah Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Sitor Situmorang Siwi Dwi Saputro Siwi Tri Puji B Sjifa Amori Sofian Dwi Sofyan RH. Zaid Solihin Solo Exhibition Rengga AP Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi St Sularto Stefanus P. Elu Suci Ayu Latifah Sudartomo Macaryus Sugiarta Sriwibawa Sugiarto Sujatmiko Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suripto SH Surya Lesmana Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutamat Arybowo Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syamsudin Walad Syi'ir Sylvianita Widyawati Syu'bah Asa TanahmeraH ArtSpace Tarmuzie Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Setiawan Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Th Sumartana Thales Theo Uheng Koban Uer Timur Budi Raja Titik Alva-Alvi Choiriyah Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto To Take Delight Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan Tomas Transtroemer Tosa Poetra Toto Gutomo TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Ulil Abshar-Abdalla Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Universitas Jember Usman Arrumy Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W. Haryanto W.S. Rendra Wahyu Awaludin Warih Wisatsana Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Wemmy Alfadhli Wicaksono Widya Oktaviani Wina Bojonegoro Wingko Legendaris dari Babat-Lamongan Wisnu T Hanggoro Wowok Hesti Prabowo Y Alprianti Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yanto Musthofa Yasraf Amir Piliang Yayat R. Cipasang Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yok’s Slice Priyo Yoks Kalachakra Yona Primadesi Yoram Kaniuk Yunit Permadi Yusi A. Pareanom Yusri Fajar Yuval Noah Harari Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zaki Zubaidi Zawawi Se Zehan Zareez Zen Rachmat Sugito