Jendelasastra.com
CERITA DI KEBUN KOPI
bunga-bunga putih
yang bisa dipetik sewaktu-waktu
telah membuat burung kecil itu
termangu
1978
CERITA DI KEBUN KELAPA
Di jantung malam itu
ia merasa mendengar
tangis seorang bayi di kebun kelapa
Tetapi ia tidak berani mengatakan:
bayi itu meronta-ronta
mencoba menghisap tetek ibunya
yang ditembus golok dekat dadanya
1978
TIDAK SETIAP TUNAS AKAN TUMBUH
tidak setiap tunas akan tumbuh
tidak setiap tumbuh jadi kuncup
tidak setiap kuncup jadi bunga
tidak setiap bunga jadi buah
tidak setiap buah akan masak
masakan tiap luka jadi bencana?
13 Jan 1978
SEBUAH PERJALANAN
kekasihmu telah pergi jauh
melalui liku-liku di pegunungan
menyusuri jalan pasir sepanjang pantai
penuh dengan sampan-sampan
yang kini tinggal siluet di hatinya
kekasihmu telah pergi jauh
bersama derasnya angin senja
dan sisa debu jalan mengantarkan
angin pagi yang lembut
membelai sayap-sayap merpati
berhambur terbang menuju mentari
kekasihmu telah pergi
bersama ombak bengawan yang kekal
mengenangkan hulunya yang dangkal
di sela-sela perbukitan rendah
tempat terhampar padang bunga
dan bunda terbaring di bawahnya
1977
PERJALANAN YANG TIADA TERSELESAIKAN
ada jalan dan barisan panjang menempuhnya
melalui abad-abad datang dan abad-abad lalu
ada semacam kerinduan menemaniku di sana
sebuah perjalanan yang tentram dan laju
melalui segala tanah rata dan bukit terjal tandus
perjalanan yang kudus tak henti-hentinya menembus
perasaanku pada perjalanan yang tiada terselesaikan
ialah perjalanan persahabatan sesama insan
1975
___________
Eka Budianta lahir 1 Februari 1956 di Ngimbang, Jawa
Timur. Memulai karir sebagai penyair dan wartawan sejak 1975. Dia salah satu
tokoh penyair Indonesia. Setelah lulus SMA di Malang, melanjutkan kuliah ke
Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta yang kini dikenal Institut Kesenian Jakarta,
tetapi tidak menyelesaikan studinya. Dari tahun 1975-1979, mempelajari sastra
Jepang di Departemen Studi Asia Timur Sastra, kemudian berubah ke Departemen
Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Belajar jurnalisme di Los
Angeles Trade-Technical College di
Amerika Serikat 1980-1981. Setelah bekerja sebagai reporter Tempo majalah
berita mingguan dan surat kabar Jepang, Yomiuri Shimbun, dan setelah beberapa
waktu di AS bekerja untuk BBC di London, di mana dia saat itu berada. Dia
mendapatkan tanda Kehormatan Fellow dan menulis di Universitas Iowa tahun 1987,
dan Fulbright Visiting Scholar di Cornell University, Ithaca di tahun 1990. Menerbitkan
koleksi puisi pertamanya, Ada (Ada
Apakah), tahun 1976. Sejak saat itu telah menerbitkan beberapa buku lagi,
termasuk Bang Bang Tut (Bang Bang
Toot!), Bel (Bell), Rel (Rail), Sabda bersahut Sabda (Friend to
Friend), Sejuta Milyar Satu (a million one) dan Lautan Cinta (Sea of Love).
Tahun 2002, Eka Budianta karya Pohon dan Istrinya (The
tree and his wife) diakui bersama dengan karya-karya12 penulis lain oleh
surat kabar harian Kompas, dan termasuk dalam publikasi tahunan yang
menampilkan pilihan cerita pendek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar